Mobile menu

Kecenderungan Tarif
Thread poster: Hipyan Nopri

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
Apr 6, 2007

Halo Rekan Semua,

Kembali melalui forum ini saya ingin berbagi gagasan dan pengalaman sehubungan dengan usaha penerjemahan kita, terutama yang berkaitan dengan tarif.

Waktu pertama kali mendaftar di ProZ.com bulan Juni 2005, untuk tarif internasional saya pasang US$0.03 per kata sumber dengan harapan bakal dapat banyak order karena tarif yang sangat murah.

Ternyata, bukannya dapat banyak order, yang terjadi justru sebaliknya. Saya menangkap kesan tarif yang terlalu murah ini membuat para translation agency, terutama yang non-Asia, menganggap kita memberikan jasa penerjemahan yang tidak bermutu alias murahan, padahal belum tentu yang murah sama dengan murahan.

Setelah bertanya ke beberapa senior, mereka menyarankan tarifnya dinaikkan - dari satu digit menjadi dua digit. Alhamdulillah, saran mereka ternyata benar.

Jadi, dari pertama kali mendaftar di ProZ.com sampai sekarang tarif saya cenderung meningkat.

Apakah tarif rekan penerjemah yang lain cenderung meningkat, atau justru sebaliknya? Apa pengaruh dari peningkatan atau penurunan tersebut?

Terima kasih atas waktu luang dan kesediaannya berbagai gagasan dan pengalaman.

Salam

Hipyan


Direct link Reply with quote
 
Dina Mardiana
Local time: 09:16
Indonesian to English
+ ...
tarif Apr 7, 2007

oh gitu ya, Mas...

mungkin nasibku juga sama seperti Mas ya, apa karena aku mematok tarif murah jadi sampai sekarang walaupun sudah coba2 apply tetap saja nggak ada tawaran.

terus mas gimana caranya sekarang bisa ada tawaran2 dari luar? tetep coba2 apply kalau ada job posting alias "maju terus pantang mundur", dan menaikkan tawarannya jadi berapa ya kira2?

makasih,
dina


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
Promosi Apr 8, 2007

Hai Dina,

Terima kasih atas tanggapannya.

Dari pengalaman saya sendiri, cara yang paling efektif untuk memperkenalkan jasa penerjemahan kita adalah melalui promosi. Sebagai anggota ProZ.com, tentu saja jalur promosi yang paling bagus adalah dengan menjadi Platinum Member dulu.

Sebagai Platinum Member, nama kita terdaftar di halaman pertama direktori. Jadi, kalau ada orang yang mencari penerjemah, profil kita berpeluang besar untuk dilihat lebih dulu daripada non-paying members.

Selanjutnya, lengkapi semua komponen profil kita. Karena baru ikut gabung, wajar kalau belum semua komponen profil Dina dilengkapi. Tapi lebih cepat dilengkapi lebih baik. Untuk melengkapinya, klik saja tab My ProZ.com di kanan atas sana, terus pilih Profile Updater, dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Waktu saya lihat profil Dina tadi, sample translation-nya nampaknya perlu diedit. Mestinya yang dimasukkan di sana adalah contoh terjemahan kita. Karena itu, yang dipasang adalah teks sumber dan teks hasil terjemahannya. Sebagai perbandingan bisa Dina lihat profil saya dan juga profil rekan yang lainnya.

Aplikasi yang dilakukan memang langkah yang bagus, tapi memang belum tentu langsung berhasil. Yang penting, kirimkan aplikasi sebanyak-banyaknya. Bisa jadi, suatu agensi belum membutuhkan pasangan bahasa kita saat itu, tapi di kemudian hari mungkin saja mereka butuh pasangan bahasa kita.

Saya sendiri pertama kali mengirimkan aplikasi bulan Juni 2005 dan baru dapat order sekitar tiga bulan kemudian. Malah ada juga tawaran yang didapat setelah satu tahun kemudian. Waktu sedang nasib baik, baru beberapa hari mengajukan aplikasi langsung dapat tawaran order penerjemahan dari agensi. Jadi memang cukup bervariasi. Tidak masalah, yang penting data kita sudah masuk ke database mereka.

Selain aplikasi spekulatif di atas, tentu saja kita harus ikut dalam aplikasi untuk job ad yang ada di ProZ.com. Saya sudah sering mengajukan aplikasi ini, sebagian berhasil sebagian gagal. Wajar saja karena memang aplikannya banyak dan agensi kan punya kecenderungan dan permintaan yang berbeda. Saya sendiri biasanya selalu gagal kalau agensi yang pasang job ad tsb mewajibkan kepemilikan Trados.

Nah, sekarang masuk ke soal tarif. Kalau Dina ingin dapat order dari agensi Asia, pasang tarif di bawah dua digit (US$0.0X). Tapi kalau mau dapat order dari agensi Eropa, Amerika, Australia, sebaiknya pasang tarif dua digit (US$0.XX). Saya sendiri hanya beberapa bulan pertama terdaftar di ProZ.com saja pasang tarif di bawah dua digit. Setelah itu sampai sekarang saya pasang tarif dua digit.

Memang risikonya cukup berat dan kita sering sulit menahan godaan - jangan2 ordernya lepas kalau tarifnya tinggi, jangan2 agensinya cari penerjemah lain. Saya sudah beberapa kali kehilangan order karena bertahan dengan tarif yang sekarang (lihat rate/tarif di profil saya). Tapi kita memang harus berani ambil risiko, kalau tidak, kita akan dapat order yang tarifnya murah terus.

Kita harus perhitungkan berapa biaya software (tidak ada yg murah, harganya jutaan karena tarifnya tarif internasional), hardware (sama, tarifnya menurut standar internasional), biaya Internet per bulan, berbagai macam kamus yg harganya juga tidak ada yg murah (kamus KBBI terbitan Balai Pustaka Rp250 rb), dan kebutuhan hidup bulanan serta rencana tabungan.

Namun demikian, itu berlaku untuk klien luar negeri (agensi dan organizational & individual direct clients). Untuk dalam negeri tentu tidak realistis kalau kita patok tarif yang sama. Sebagai pedoman, Dina bisa pakai tarif acuan jasa penerjemahan HPI. Memang mereka memberikan acuan tarif Rp50 rb per 1500 karakter hasil terjemahan (termasuk angka, huruf, tanda baca, spasi). Dari perhitungan saya, kalau dikonversi per kata tarifnya sekitar Rp250 per kata sumber (Ing-Ind) (http://wartahpi.org/).

Saya kira uraiannya sudah cukup panjang dan jelas. Tapi harus diingat ini semua berdasarkan pengalaman pribadi saya. Tentu saja Dina punya 'kebijakan dalam negeri' sendiri dalam pemasaran jasa penerjemahannya. Sejalan dengan waktu dan pengalaman akan timbul rasa percaya diri, kemampuan memprediksi keberhasilan aplikasi, dan kemampuan negosiasi.

Jangan ada keraguan sedikitpun dalam negosiasi dengan calon klien baik dalam hal tarif, tenggat pengiriman hasil terjemahan, tenggat pembayaran, dan metode pembayaran. Yang sering dibahas biasanya tarif dan tenggat pembayaran. Jangan langsung menerima begitu saja tawaran tarif dan tenggat pembayaran mereka.

Saya sudah beberapa kali berhasil membuat agensi menerima tawaran tarif dan tenggat pembayaran yang saya ajukan. Dari negosiasi akan terlihat sejauh mana keinginan mereka, baru nanti lakukan penyesuaian kalau perlu. Yang penting, kita sendiri juga harus mengajukan penawaran; jangan cuma menerima saja.

Singkatnya, jangan menyerah sebelum bertarung.

Oke selamat berjuang, semoga berhasil.

Hipyan



[Edited at 2007-04-08 04:37]


Direct link Reply with quote
 

Mulyadi Subali  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
upward trend Apr 9, 2007

Hipyan Nopri wrote:
Apakah tarif rekan penerjemah yang lain cenderung meningkat, atau justru sebaliknya? Apa pengaruh dari peningkatan atau penurunan tersebut?


cenderung naik bang. lagian ditambah gawe di siang hari, ga worth it klo tarif terlalu mepet...
btw, yang laen pada kemana nih? ayo sharing dong masalah rate-nya...


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
Benar Mul Apr 9, 2007

Kalau mau dinilai sebenarnya ilmu, keterampilan, dan pengalaman menerjemah itu tidak ternilai harganya, tapi karena kita menjual jasa penerjemahan, kita harus pasang tarif dengan nilai tertentu.:)

Kalau rekan kita di luar negeri bisa menghindari 'working for peanuts', kita sebenarnya juga bisa. Karena itulah, kita para penerjemah Indonesia harus mau menyatukan persepsi mengenai tarif yang layak. Secara pribadi, saya menganjurkan kita pasang tarif dua digit, kalaupun kurang ya kurang sedikit lah; jangan terlalu jauh dari dua digit. Kalau ini bisa tercapai 'bargaining position' kita lebih kuat.

Mudah-mudahan rekan lainnya bersedia meluangkan waktunya untuk ikut memberikan gagasannya di forum ini.


Direct link Reply with quote
 

Harry Hermawan  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
Member (2005)
English to Indonesian
Dan lain-lain... Apr 16, 2007

Kalo bicara soal tarif/rate/harga umumnya emang orang akan cari yang murah.

Buat penerjemah terutama di Indonesia emang penerjemah itu kelas kambing. Mana ada di KTP orang berani bilang PENERJEMAH, paling "GURU".

Nah, masalahnya memang juga kita sebagai penerjemah mengutip secara bebas ungkapan ketua HPI Prof Benny H.Hoed, 'kita (penerjemah) harus siap dicela abis nggak bagus'.

Kita jg harus berani say NO to rate murah, kalo emang berani. (ini murni dari saya).

Dan saya rasa di-thread (profile) lain ada penerjemah yang berani naikiin tarif dan berani ngiklanin kalo yang cari tarif murah jangan menoleh jasanya sama sekali.

HPI atau Himpunan Penerjemah Indonesia (ini juga dikasih tau sama UDA Hipyan) punya pembakuan tarif. Setidaknya untuk pegangan.

Memang secara hukum pasar nggak bisa ada plafon harga, g sehat. Harga kita nggak bisa kontrol, yang bisa kita kontrol adalah kualitas, kalo kita merasa bagus dan memang terbukti lewat masukan dari klien atau sertifkasi (apapun itu), kita harus berani pasang harga mahal.

Ibaratnya jualan barang bagus yang pake harga mahal, pasti ada aja pembeli yang minat terlepas dari kapan pembeli tersebut akan datang.

Sementara menunggu yah kita perhatiin aja di pasar2 en toko2, para penunggu jualan pada ngapain kita bisa melakukan apa saja termasuk memperbaiki diri atau melakukan diversifikasi usaha alias cari job lain, dagang, jualan jasa mengajar dlll.

Begitu sekilas cerita2 dari saya.

Maklum baru dari ikutan konprensi di Bogor dan ikutan ketemuan para penerjemah lain sehingga ada dorongan/energi positif untuk di-tebar-pesona-kan kepada rekan2 yang lagi dihinggapi energi negatif.

Semoga energi positif ini tertularkan kepada semua.

Salam


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
Kecuali Saya, Hars :):):) Apr 16, 2007

Harry Hermawan wrote:

Mana ada di KTP orang berani bilang PENERJEMAH, paling "GURU".



Secara umum mungkin yang ente bilang benar, Hars. Tapi saya pribadi mencantumkan "Freelance Translator" di KTP. Sebelumnya ingin saya tulis "Penerjemah Lepas" tapi nampaknya istilah ini lebih asing bagi masyarakat; jadi, kepalang asing saya buat saja "Freelance Translator".

Memang, di Padang orang lebih akrab dengan istilah 'translet' ketimbang 'menerjemah.' Karena itu, istilah 'translator' lebih mereka mengerti daripada 'penerjemah.' Kalau ada orang yang menelepon mau kasih order biasanya mereka bilang, "Iko uda Hipyan? Manarimo translet, da?"

Berikut ini kutipan tanya-jawab dg petugas kelurahan:

Petugas: Pekerjaannya apa, pak?
Saya: Penerjemah Lepas.
Petugas: Lepas bagaimana maksudnya? (orang-orang yang sedang menunggu giliran di kantor lurah juga ikut bertanya-tanya di antara sesama mereka)
Saya: Penerjemah Lepas maksudnya penerjemah yang bekerja sendiri; bukan penerjemah yang bekerja di biro atau di lembaga tertentu.
Petugas: (nampaknya dia masih bingung walaupun sudah saya berikan penjelasan panjang lebar) Oh, begitu. Bagaimana kalau kita tulis saja "Wiraswasta."
Saya: Jangan, pak. Wiraswasta itu banyak macamnya. Penerjemah, juragan tomat, juragan jengkol, tukang ojek semuanya bisa disebut wiraswasta. Istilah ini terlalu umum; kalau begitu tulis saja "Freelance Translator."
Petugas: Oh, begitu ya. Baiklah, tapi bagaimana tulisannya?
Saya: Ini tulisannya, pak. Jangan sampai salah tulis ya. Kalau salah, kembalikan biaya KTP-nya.


[Edited at 2007-04-16 02:33]


Direct link Reply with quote
 

Harry Hermawan  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
Member (2005)
English to Indonesian
Freelance Translator indeed...pada KTP Apr 16, 2007

Hebat dikau!

Aku mah PASTI percaya kalau itu memang terjadi pada ente.

Perlu disampaikan ke pak Benny H.Hoed nih..n Mas Hendarto...

Sip...Yan...


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
Indak Sio-sio Apr 16, 2007

Terima kasih, Hars. Aku tunggu komentar hasil FIT dan Powwow-nya, ya.

Lebih bagus lagi kalau bisa bagi-bagi artikel/paper/glosarium. Hitung saja berapa biaya kopi dan posnya.


Direct link Reply with quote
 

Mulyadi Subali  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
:-) Apr 16, 2007

Hipyan Nopri wrote:
Petugas: Pekerjaannya apa, pak?
Saya: Penerjemah Lepas.
Petugas: Lepas bagaimana maksudnya? (orang-orang yang sedang menunggu giliran di kantor lurah juga ikut bertanya-tanya di antara sesama mereka)
Saya: Penerjemah Lepas maksudnya penerjemah yang bekerja sendiri; bukan penerjemah yang bekerja di biro atau di lembaga tertentu.
Petugas: (nampaknya dia masih bingung walaupun sudah saya berikan penjelasan panjang lebar) Oh, begitu. Bagaimana kalau kita tulis saja "Wiraswasta."
Saya: Jangan, pak. Wiraswasta itu banyak macamnya. Penerjemah, juragan tomat, juragan jengkol, tukang ojek semuanya bisa disebut wiraswasta. Istilah ini terlalu umum; kalau begitu tulis saja "Freelance Translator."
Petugas: Oh, begitu ya. Baiklah, tapi bagaimana tulisannya?
Saya: Ini tulisannya, pak. Jangan sampai salah tulis ya. Kalau salah, kembalikan biaya KTP-nya.


[Edited at 2007-04-16 02:33]


masih untung dia saranin wiraswasta, bukan serabutan...
btw, baru nyadar klo di ktp saya ga ditulis kerjaan...

[Edited at 2007-04-16 06:51]


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
&:-) Apr 16, 2007

Karena itu, rekan semua mari kita cantumkan "Freelance Translator" atau "Penerjemah Lepas" di KTP biar profesi ini semakin dikenal masyarakat.:)

Direct link Reply with quote
 

Harry Hermawan  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
Member (2005)
English to Indonesian
Seharusnya.... Apr 16, 2007

Seharusnya tidak begini:

"Sayangnya, hingga saat ini profesi penerjemah sering dijadikan sampingan belaka. Jarang ada orang yang mengaku berprofesi sebagai penerjemah. Orang enggan mencantumkan profesi penerjemah di KTP. Penerjemah biasanya merangkap pekerjaan lain. Sebagai editor atau wartawan, misalnya."

(Source: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283108&kat_id=460)

TETAPI

Hipyan Nopri wrote:

(M)ari kita cantumkan "Freelance Translator" atau "Penerjemah Lepas" di KTP biar profesi ini semakin dikenal masyarakat.:)


Go...Freelance Translator...to infinity and beyond...


Direct link Reply with quote
 

Harry Hermawan  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
Member (2005)
English to Indonesian
Nanti japrian aza Yan... Apr 16, 2007

Hipyan Nopri wrote:

Terima kasih, Hars. Aku tunggu komentar hasil FIT dan Powwow-nya, ya.

Lebih bagus lagi kalau bisa bagi-bagi artikel/paper/glosarium. Hitung saja berapa biaya kopi dan posnya.


Japrian aza ogut juga masih perlu kirim ke Hikmat.


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 09:16
English to Indonesian
+ ...
TOPIC STARTER
Oke, Hars Apr 17, 2007

Aku tunggu informasi selanjutnya.

Direct link Reply with quote
 


There is no moderator assigned specifically to this forum.
To report site rules violations or get help, please contact site staff »


Kecenderungan Tarif

Advanced search






CafeTran Espresso
You've never met a CAT tool this clever!

Translate faster & easier, using a sophisticated CAT tool built by a translator / developer. Accept jobs from clients who use SDL Trados, MemoQ, Wordfast & major CAT tools. Download and start using CafeTran Espresso -- for free

More info »
SDL MultiTerm 2017
Guarantee a unified, consistent and high-quality translation with terminology software by the industry leaders.

SDL MultiTerm 2017 allows translators to create one central location to store and manage multilingual terminology, and with SDL MultiTerm Extract 2017 you can automatically create term lists from your existing documentation to save time.

More info »



All of ProZ.com
  • All of ProZ.com
  • Term search
  • Jobs