The person shown here is a basic user of this site. He or she may be contacted directly for language-related services.
| Working languages: English to Indonesian German to Indonesian Indonesian to English | | Rani Haerani Wennschon Dennschon Indonesia Local time: 15:44 WIT (GMT+7)
Native in: Indonesian | |
| Freelancer | | Translation, Subtitling | | Specializes in: | | Education / Pedagogy | Linguistics |
| Also works in: | | Internet, e-Commerce | Journalism |
More Less | English to Indonesian - Standard rate: 0.08 USD per word German to Indonesian - Standard rate: 0.08 USD per word Indonesian to English - Standard rate: 0.08 USD per word | Sample translations submitted: 1 | German to Indonesian: Jugendprobleme sind auch Erwachsenenprobleme | Source text - German Peter Ellesat
Jugendprobleme sind auch Erwachsenenprobleme
Einige typische Adoleszenakonflikte für Eltern
Zwei Dinge sind mir in meiner Arbeit mit Jugendlichen und ihren Eltern sowohl in der Beratungsstelle des Kinderschutz-Zentrums in Berlin als auch in meiner Praxis aufgefallen. Erstens: Es gibt viel Literatur über die Entwicklung von Jugendlichen, aber wenig Literatur über die Entwicklung von Eltern in dieser Zeit. Zweitens: Bei aller Unterschiedlichkeit von Familien gibt es einige Konflikte, die bei allen Eltern adoleszenter Kinder vorkommen. Diese Grundkonflikte zur Zeit der Adoleszenz lassen sich hinter den sehr individuellen Ausprägungen bei allen Familien nachweisen. Im Folgenden werde ich mich mit diesen Grundkonflikten und damit mit der Entwicklungskrise Adoleszenz aus der Sicht von Eltern befassen.
>Abschied von der Kindheit< lautet der Titel eines Buches von Louise Kaplan, einer amerikanischen Psychoanalytikerin, in dem sie einfühlsam und detailliert beschreibt, wie sich ein Kind etwa ab dem 11. Lebensjahr in Pubertät und Adoleszenz bis zur Selbstständigkeit entwickelt. Sie schildert darin, mit wie viel Trauer dieser Weg behaftet ist, der doch von außen, meist rückwirkend und vorwiegend von Erwachsenen beurteilt, so oft als »die glückliche Jugendzeit« veklärt wird. Trauer über das Ende der kindlichen Bindung an die Eltern, das Versorgtwerden, Angst vor der Übernahme von Verantwortung, Trauer über den Verlust des kindlichen Körpers und kindlicher Befriedigungsformen, aber auch trauer über all das, was an Wünschen in der Familie bislang nicht erfüllt werden konnte.
Kaplan sieht eine Hauptaufgabe der Adoleszenz für Jugendliche in der »Wegverlegung« libidinöser Bedürfnisse, die sich bisher auf die Eltern richteten, auf Außenstehende. Ziel des dahin führenden Prozesses ist es, selbstständig und bezogen leben zu können. Ablösung ist demnach ein äußerer und ein innerer Prozess. Ich bin nun der Ansicht, dass »Abschied« auch das Thema und die Aufgabe für Eltern in dieser Zeit ist. Auch für sie geht es darum, Abschied zu nehmen von der Allgegewart der Kinder und von einer Lebensphase, die zu einem großen Teil darauf ausgerichtet war, die Kinder zu erziehen und ihnen den Weg ins Leben zu ebnen. Eigene Wünsche oerdneten Eltern dabei oft denen der Kinder unter. Mit dem Abschied der Kinder aus dem gemeinsamen Haushalt gilt es nun, sich für die kommenden Jahre und die kommenden Aufgaben neu zu orientieren. Dabei steht im positiven Fall neben dem Leiden an Veränderung und Abschied auch die Freude über neu gewonnene Möglichkeiten.
Mit dem Erwachsenwerden der Kinder kommen auf alle Eltern ganz bestimmte, neue Aufgaben zu. Insofern es regelmäßig auftretende Anforderungen an Eltern sind, kann man von einer »Entwicklungskrise Adoleszenz« sprechen. Der Begriff »Krise« verdeutlicht dabei die Notwendigkeit der Neuorientierung, des Wandels, lässt aber auch Gefühle von Verunsicherung, Orientierungslossigkeit und Not denken. Für Eltern kann es daher ungeheuer entlassend sein festzustellen, dass nicht sie allein mit diesen Problemen zu kämpfen haben, sondern dass diese vorprogrammiert sind und auch andere Eltern beschäftigen.
Die Adoleszenz ist ebenso eine Krise für Jugendliche wie für Eltern. Nicht nur die Jugendlichen müssen schwierige Entwicklungsaufgaben meistern, sondern auch ihre Eltern. Mit der Adoleszenz der Kinder ergibt sich auch für die Eltern eine Reihe von Konflikten, die spezifisch deren Konflikte sind, obwohl sie durch die Entwicklung der Kinder ausgelöst und verstärkt werden. Die genannten Konflikte sind zentriert um Versuchungs- und Versagungssituationen.
Man kann hinsichtlich der elterlichen Konflikte unterscheiden zwischen Konflikten, die sich eher aus rückwärts, in die Vergangenheit gerichteten Erinnerungen, Gedanken und Gefühlen, und solchen, die sich eher aus in die Zukunft gerichteten Gedanken und Gefühlen ergeben. Beide Perspektiven berühren sich.
| Translation - Indonesian Peter Ellesat
Masalah Remaja adalah Masalah Orang Dewasa
Beberapa konflik remaja khusus bagi orangtua
Dalam pekerjaan saya yang berhubungan dengan remaja dan orangtuanya baik pada biro konsultasi Pusat Perlindungan Anak di Berlin maupun dalam praktik saya, ada dua hal yang menarik. Pertama, saat ini terdapat lebih banyak buku tentang perkembangan remaja daripada tentang perkembangan orangtua. Kedua, pada keluarga yang berbeda-beda terjadi konflik yang muncul dari anak usia remaja. Penyebabnya terbukti pada semua keluarga sangat individual. Berikut ini saya akan menyibukkan diri dengan dasar konflik dan karenanya dengan perkembangan krisis remaja dari pandangan orangtua.
‘Perpisahan Dengan Masa Kanak-Kanak’ judul sebuah buku karya Louise Kaplan, seorang psikoanalis Amerika. Di dalamnya ia secara detail dan simpatik menggambarkan bagaimana seorang anak berkembang mulai umur 11 dalam masa pubertas dan masa remaja sampai mencapai masa dewasa. Ia menggambarkan, sebanyak apa kesedihan menimpa –termasuk yang dari luar- yang pada umumnya disebabkan oleh orang dewasa, sesering itulah masa remaja menjadi bahagia. Kesedihan karena hubungan anak dengan orangtuanya akan berakhir, rasa takut pada pengalihan tanggungjawab, kesedihan akan hilangnya bagian-bagian tubuh masa kanak-kanak dan bentuk kepuasan masa kanak-kanak, juga kesedihan tentang semua keinginan keluarga yang sampai kini tidak dapat terpenuhi.
Kaplan memandang tugas utama remaja pada masa itu adalah ‘pemindahan’ kebutuhan libido kepada orang luar, yang asalnya diarahkan kepada orangtuanya. Tujuan dari proses ini agar remaja dapat mandiri dan menjalani hidup. Dengan demikian, pemenuhan merupakan proses eksternal dan internal. Menurut saya ‘perpisahan’ juga tema dan tugas untuk orangtua dalam masa ini. Mereka pun sebaiknya menerima perpisahan dengan masa lalu anak-anak dan sebuah fase hidup yang mengantarkan pada sebuah bagian besar, yaitu untuk membesarkan anak-anak dan merintis jalan pada kehidupan. Seringkali keinginan-keinginan khusus merendahkan orangtua di mata anak-anaknya. Dengan berpisahnya anak-anak dari rumah yang sama, kini mereka harus menentukan sendiri tahun-tahun dan rencana yang akan datang. Dalam sisi positif maka muncullah selain penderitaan akan perubahan dan perpisahan, juga kebahagiaan akan kemungkinan baru yang didapatnya.
Saat anak-anak mengalami peralihan menuju dewasa, orangtua mendapatkan tugas baru yang sangat jelas. Jika ada tuntutan secara teratur pada orangtua, maka kita dapat membahas ‘Krisis Perkembangan Remaja’. Kata krisis memperjelas pentingnya kecenderungan baru dan perubahan. Namun juga menimbulkan perasaan bingung, kehilangan kecenderungan dan pikiran susah. Orangtua dapat menegaskan dengan membebaskan diri dari tekanan, bahwa bukan mereka sendiri yang harus menghadapi masalah ini, melainkan hal ini sudah terprogram sebelumnya dan orangtua yang lain pun disibukkan dengan hal ini.
Masa remaja adalah sebuah krisis baik bagi remaja maupun bagi orangtua. Bukan hanya para remaja yang harus mengatasi tugas perkembangan yang sulit, melainkan juga orangtua. Sejumlah konflik yang spesifik pun menimpa orangtua, walaupun melalui perkembangan anak mereka menjadi bebas dan kokoh. Konflik tersebut terpusat pada situasi godaan dan kegagalan.
Berkenaan dengan konflik orangtua kita dapat membedakan antara konflik yang diakibatkan oleh kenangan, pemikiran dan perasaan masa lalu dan semacamnya dengan konflik yang diakibatkan oleh pemikiran dan perasaan terhadap masa depan. Kedua perspektif ini saling mempengaruhi.
| More Less | | Years of translation experience: 2. Registered at ProZ.com: Jan 2007. | | N/A | | N/A | | N/A | | Adobe Photoshop, FrameMaker, Microsoft Excel, Microsoft Word, Powerpoint | | http://www.ranhae.com | | Keywords: German and English to Indonesian translator
Profile last updated Jun 2, 2009 |