Layakkah rate USD 0.03 per kata?
Thread poster: Alex ST

Alex ST  Identity Verified
Indonesia
Local time: 00:34
Member (2009)
English to Indonesian
+ ...
Jun 20, 2009

Rate lagi.
Iya memang pangkalnya ke sana toh, selain kepuasan melakukan profesi tentunya.

Menurut rekan-rekan, penawaran agen untuk rate di atas tergolong apa? Tidak layak, Layak, Murah, Standar, Terbaik atau apa?

Kadang, rate segitu agak masuk akal jika memiliki total kata yang sangat banyak, 10000 kata misalnya. JIka dianggap layak, berapa total katanya yang masuk akal untuk rate USD 0.03 per kata?

Ini kesempatan emas kita untuk menetapkan "bargaining power" dengan para agen. Setuju?


Direct link Reply with quote
 

Hengky Chiok  Identity Verified
United States
Local time: 10:34
Member (2008)
English to Indonesian
+ ...
Tergolong penghinaan!!! :-) Jun 20, 2009

Maaf, kalau terkesan keras. Bagi saya, dan dalam konteks saya, saya sama sekali tidak akan menanggapi tawaran penerjemahan dengan harga begitu. Sekali lagi itu pendirian saya dan berlaku dalam konteks saya. Orang lain tentu saja bisa memiliki opini yang berbeda.

Kalau yang bersangkutan masih ngotot menghubungi, dengan berbagai dalih, maka saya akan memperkenalkan ybs kepada beberapa teman yang ngerti Bahasa Indonesia dan Inggris, dan silakan berurusan sendiri

Baidewai, saya pernah melihat iklan jasa penerjemah di salah satu majalah Indonesia di sini. Iseng-iseng saya mengirimkan email menanyakan rate ybs. Ternyata rate-nya memang amat sangat "kompetitif," bahkan ditambahi dengan penjelasan bahwa terjemahannya disahkan oleh notaris tanpa biaya tambahan dari pemesan. Hebat deh. Wong tarif per tanda tangan dari notaris publik di sini saja sudah sekitar 40-50% dari tarif yang ditawarkan oleh ybs. Tarifnya adalah per halaman lagi, bukan per kata!!!!

Beberapa bulan kemudian, saya mendapat order penerjemahan lisan dari sebuah agensi. Pekerjaan berjalan dengan baik tanpa ada apa-apa yang menarik. Nah pada saat sudah hampir selesai, orang yang saya terjemahkan diminta untuk menyediakan informasi agar dia dapat dihubungi kembali. Waktu nama, nomor telepon dan alamat email diberikan, saya kok merasa nomor telepon dan alamat email itu saya tidak asing.

Setelah saya cek, ternyata itu adalah alamat email yang sama dengan sang penerjemah yang tarifnya amat sangat kompetitif itu. Nomor teleponnya beda dengan yang di iklan, tetapi waktu saya menelpon, kedua nomor tsb. dijawab oleh suara yang sama.

Hebat kan? Saya menerjemahkan untuk penerjemah Kapan lagi bisa gitu.

Selamat berakhir pekan.


Direct link Reply with quote
 

Hipyan Nopri  Identity Verified
Indonesia
Local time: 00:34
English to Indonesian
+ ...
Klien Barat vs Klien Timur Jun 21, 2009

:
Iya memang pangkalnya ke sana toh, selain kepuasan melakukan profesi tentunya.

Dalam bisnis jasa penerjemahan, tarif memang topik yg sangat mendasar dan selalu menarik dibicarakan di antara kita para penerjemah; kalau soal kepuasan mungkin tidak penting dibahas.:)

:
Menurut rekan-rekan, penawaran agen untuk rate di atas tergolong apa? Tidak layak, Layak, Murah, Standar, Terbaik atau apa?

Tergantung kliennya. Kalau klien Barat, tarif di atas sangat tidak layak; kalau klien Timur, murah.

:
Kadang, rate segitu agak masuk akal jika memiliki total kata yang sangat banyak, 10000 kata misalnya.

Dengan asumsi klien yg dihadapi adalah klien Barat, tarif US$0,03 tetap sangat tidak layak meskipun volume ordernya besar. Perlu diingat bahwa semakin besar volume order penerjemahan, semakin besar sumber daya waktu, tenaga, pikiran, listrik, Internet, dll. yg harus kita gunakan. Makin besar sumber daya yg kita gunakan, makin besar biaya produksi yg harus kita tanggung.
Berbeda dg bisnis jasa lainnya, apalagi bisnis barang, setiap order melibatkan dokumen yg selalu berbeda dalam bisnis penerjemahan. Karena itu, tidak ada ekonomi skala (scale economy) dalam bisnis kita. Dg demikian, diskon berbasis volume tidak menguntungkan penerjemah.

:
Ini kesempatan emas kita untuk menetapkan "bargaining power" dengan para agen. Setuju?

'Bargaining power' dalam transaksi jasa penerjemahan ditentukan sendiri oleh penerjemah bersangkutan. Dg kata lain, sikap penerjemah itu sendiri yg menentukan 'bargaining power'-nya. Yg saya maksud dalam hal ini adalah penerjemah bebas (freelance translator).

Teruskan perjuangan


Direct link Reply with quote
 

Wiyanto Suroso  Identity Verified
Indonesia
Local time: 00:34
Member (2009)
English to Indonesian
+ ...
Tidak layak! Jun 28, 2009

Jelas tarif penerjemahan tersebut tidak layak. Kita tidak sedang membicarakan pelanggan DN, yang acuan tarif sedang diupayakan untuk disesuaikan oleh HPI. Seandainya seluruh penerjemah kita bersepakat untuk menolak tarif serendah itu, maka biro pun akan dipaksa tahu diri.

Di pihak lain, ada penerjemah yang barangkali sama sekali tidak paham hukum ekonomi. Tarifnya untuk DN sekadar dikurskan dalam USD, lalu dipajang pada profilnya di ProZ. Ini jelas sangat memrihatinkan. Terkesan amatiran dan main-main walaupun boleh jadi memadai apabila dilihat dari pengalamannya. Merusak pasar dan merusak martabat penerjemah. Bagaimana cara mengingatkannya? Secara pribadi? Oleh siapa?


Direct link Reply with quote
 

earlyesther  Identity Verified
Singapore
Local time: 01:34
English to Indonesian
+ ...
...jadi teringat proyek yang "horrible": 10.000 kata, 1 minggu+image editing = 1 juta :-SS Oct 4, 2009

Note: untuk moderator, tolong kisah ini diperiksa apakah tidak terlalu offensif (terhadap klien). Jika memang membutuhkan editing, tolong dilakukan atau jika memang dirasa "tidak layak" tolong juga jangan dimuat dalam forum. Saya juga tidak paham bagaimana mengatasi kemungkinan jika seandainya klien ini membaca kisah saya (kemungkinan besar tidak terjadi!) dan mengajukan keberatan. Terima kasih banyak!
(nanti kalau posting bagian "Note" ini mungkin tolong dihilangkan juga, ya...=) I really don't know, but I believe you know what you have to do.

******************************************************************************

Halo semua,

Jujur topik ini mengingatkan saya pada sebuah proyek yang menurut saya adalah "mimpi buruk." Ketika itu seorang rekan meminta tolong saya untuk menerjemahkan skripsi dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Ketika dia bertanya berapa habisnya, saya menyebutkan rate saya. Lalu dia menyebutkan harga yang dia inginkan, yang menurut saya jauh dibawah rata-rata harga proyek terjemahan pada umumnya. Waktu itu saya masih mengerjakan proyek yang lain dan saya menggunakan alasan ini untuk menolaknya dengan halus. Entah bagaimana tetapi akhirnya rekan saya ini setuju dengan harga saya namun dia meminta potongan. Karena saya rasa permintaan semacam ini wajar, saya pun menyetujuinya.

Saya benar-benar tidak menyangka bahwa perkembangan proyek ini menjadi "tidak terkendali." Rekan saya ini meminta (sedikit memaksa sebetulnya) agar skripsi itu selesai dalam waktu satu minggu dengan alasan bahwa itu harus dibawa untuk ujian di Australia. Ia pun masih meminta saya membantu mengedit gambar untuk dimasukkan ke dalam skripsi itu. Walaupun sedkit merepotkan, namun saya setuju untuk membantu mengeditkan gambar karena saya anggap itu sebagai "layanan tambahan."

Saya tidak menyangka bahwa ternyata pengurangan harga yang ia minta ternyata sangat banyak (lebih dari 50%) dan pada akhirnya uang yang saya terima hanya 1 juta, itu pun sedikit terlambat.

Yang membuat saya lebih tidak simpatik, beberapa minggu kemudian, rekan ini meminta melalui telepon agar hard-copy skripsinya dikirimkan ke tempat tinggalnya (di luar Surabaya) menggunakan travel hari itu juga. Ketika ia menelepon saya sedang ada dalam perjalanan untuk bertemu orang dan kebetulan hari itu saya juga sudah membuat beberapa janji lainnya. Saya jelaskan kondisi ini padanya dan mengatakan bahwa saya kesulitan untuk mengantarkan dokumen tadi hari itu juga, mungkin bisa keesokan harinya. Namun ia tetap memaksa agar dokumen itu dikirim karena ia membutuhkannya hari itu juga.

Saat itu saya berada dalam posisi tidak mungkin pergi ke agen travel. Selain itu saya juga tidak tahu agen-agen travel di Surabaya karena saya tidak pernah menggunakan jasa perjalanan dengan travel (mobil). Akhirnya saya pun meminta tolong teman saya untuk membantu mengantar berkas skripsi tadi, yang dengan tergesa-gesa berhasil saya siapkan. Saya sempat mengecek dan teman saya ini memastikan bahwa dokumennya telah terkirim melalui travel. Ia bahkan menyebutkan nama travel yang mengirimkannya.

Karena sibuknya acara hari itu, saya benar-benar tidak menghiraukan handphone saya. Ada beberapa panggilan tak terjawab, yang sebagian besar memang dari rekan saya itu. Di sore harinya rekan ini menelepon lagi dan bicara dengan nada sedikit tinggi, menanyakan mengapa saya tidak mau menjawab teleponnya, memprotes mengapa dokumen itu belum ia terima, dan ia tertinggal ..... (saya lupa ia tertinggal acara apa) karena dokumen itu terlambat, dan menegur mengapa saya tidak bisa melayani klien dengan baik.....

Saya pun menyebutkan nama travel yang mengantar dokumen itu dan menceritakan apa yang terjadi sepanjang hari itu (seperti penjelasan saya di pagi harinya).

Ya...semoga kejadian ini tidak terulang lagi..... =)


Direct link Reply with quote
 

Hikmat  Identity Verified
Indonesia
Local time: 00:34
Member (2005)
English to Indonesian
+ ...
Rujukan untuk Klien Lokal Oct 4, 2009

Bisa dilihat di http://bahtera.org/blog/2009/08/acuan-tarif-jasa-penerjemahan-hpi-2005/
Tapi untuk Klien Luar, acuan ini (kira 3-4 sen utk EN-ID/ID-EN) masih terlalu rendah..
So... ya itung aja sendiri deh... kita layak kok dapat lebih...


Direct link Reply with quote
 

Ade Indarta  Identity Verified
Indonesia
Local time: 00:34
English to Indonesian
Kurva Pengalaman Dec 15, 2009

Hipyan Nopri wrote:

Perlu diingat bahwa semakin besar volume order penerjemahan, semakin besar sumber daya waktu, tenaga, pikiran, listrik, Internet, dll. yg harus kita gunakan. Makin besar sumber daya yg kita gunakan, makin besar biaya produksi yg harus kita tanggung.
Berbeda dg bisnis jasa lainnya, apalagi bisnis barang, setiap order melibatkan dokumen yg selalu berbeda dalam bisnis penerjemahan. Karena itu, tidak ada ekonomi skala (scale economy) dalam bisnis kita. Dg demikian, diskon berbasis volume tidak menguntungkan penerjemah.


Kemarin baru baca buku yang mungkin bisa menjelaskan praktik diskon untuk volume besar dalam penerjemahan. Seperti kata Bang Hipyan, prinsip Ekonomi Skala (Economy of Scale) mungkin kurang bisa diterapkan dalam kerja penerjemahan. Namun Kurva Pengalaman (Experience Curve) mungkin bisa menjadi model yang tepat.

Baca:
http://en.wikipedia.org/wiki/Experience_curve_effects
http://www.netmba.com/strategy/experience-curve/

Ade


Direct link Reply with quote
 


There is no moderator assigned specifically to this forum.
To report site rules violations or get help, please contact site staff »


Layakkah rate USD 0.03 per kata?

Advanced search






SDL Trados Studio 2017 Freelance
The leading translation software used by over 250,000 translators.

SDL Trados Studio 2017 helps translators increase translation productivity whilst ensuring quality. Combining translation memory, terminology management and machine translation in one simple and easy-to-use environment.

More info »
Anycount & Translation Office 3000
Translation Office 3000

Translation Office 3000 is an advanced accounting tool for freelance translators and small agencies. TO3000 easily and seamlessly integrates with the business life of professional freelance translators.

More info »



Forums
  • All of ProZ.com
  • Term search
  • Jobs
  • Forums
  • Multiple search