This site uses cookies.
Some of these cookies are essential to the operation of the site,
while others help to improve your experience by providing insights into how the site is being used.
For more information, please see the ProZ.com privacy policy.
VIA AILooking for an interpreter?
Remoto by ProZ.com connects you with an identity-verified interpreter by video or phone in about 60 seconds — 300+ languages, on demand or booked ahead.
Try Remoto »
Working languages:
English to Indonesian Indonesian to English
Client-vendor relationship recorded successfully!
Lestari Handayani has been added to your list of hired vendors.
This person has a SecurePRO™ card. Because this person is not a ProZ.com Plus subscriber, to view his or her SecurePRO™ card you must be a ProZ.com Business member or Plus subscriber.
Affiliations
This person is not affiliated with any business or Blue Board record at ProZ.com.
English to Indonesian: English-Indonesian Presentation: Johns Hopkins Teaching Academy, June 2024
Source text - English
The Impact of Public Stigma on Mental Health Treatment:
Understanding, Effects, and Strategies for Reduction
Learning Objectives
By the end of this session, students will be able to:
Define public stigma
Identify two examples of public stigma related to mental health.
Discuss the effects of public stigma on mental health treatment.
Identify strategies to combat public stigma.
Relate the information to their future roles in healthcare, where they will need to address stigma in clinical practice.
Definition of Public Stigma
Definition: Public stigma refers to the negative attitudes and beliefs held by society about individuals with mental health conditions.
Key Elements: Stereotyping, prejudice, and discrimination.
Manifestation of Public Stigma
Public Stigma Manifestation:
Media Portrayal: Often depicts individuals with mental health issues as dangerous or incompetent.
Public Misconceptions: Beliefs that mental health conditions are a sign of weakness.
Discriminatory Practices: Examples include exclusion from employment opportunities and social activities.
Effects of Public Stigma on Mental Health Treatment
Impact on Individuals Seeking Treatment:
Delayed Help-Seeking: Fear of being judged or labeled can prevent individuals from seeking timely help.
Reduced Treatment Adherence: Concerns about stigma can lead to reluctance in following prescribed treatments by a healthcare provider.
Isolation and Exclusion: Individuals may feel isolated from society, exacerbating their mental health issues.
Worsening of Symptoms: Untreated or inadequately treated conditions can lead to more severe health problems, often related to substance use disorders.
Strategies to Reduce Public Stigma
Educational Campaigns:
Awareness Programs: Increase public knowledge about mental health conditions and their prevalence.
Personal Stories: Sharing experiences about mental health conditions to humanize/normalize these experiences.
Media Engagement:
Responsible Reporting: Encourage the media to portray mental health issues accurately and sensitively.
Positive Role Models: Highlight stories of individuals who manage their mental health conditions successfully.
Policy and Advocacy:
Legislation: Implement laws that protect individuals with mental health conditions from discrimination.
Advocacy Groups: Support organizations that promote mental health awareness and stigma reduction.
Community Programs:
Support Groups: Create safe spaces for individuals to share their experiences without fear of judgment.
Public Events: Host events that promote mental health awareness and community support.
Conclusion
Summary:
Public stigma significantly impacts mental health treatment by creating barriers to seeking help and adhering to treatment.
Addressing public stigma requires a multifaceted approach including education, media engagement, policy change, and community support.
Call to Action:
Encourage everyone to be mindful of their attitudes and beliefs about mental health.
Advocate for supportive and inclusive environments for individuals with mental health conditions.
Learning Activity/Assessment and Reflection
Learning Activity (5 minutes)
Group Activity:
Divide the class into small groups (2-3 students each).
Each group identifies two examples of public stigma they have encountered or learned about.
Groups discuss the potential impacts of these examples on individuals’ willingness to seek treatment and propose one strategy to mitigate public stigma.
Groups quickly share one key point from their discussion with the class.
Assessment and Reflection (2 minutes)
Group Discussion Reflection:
Students collectively discuss the main takeaways from the group activity.
Q&A Session
Ask questions or share your thoughts References
References
Clement, S., Schauman, O., Graham, T., Maggioni, F., Evans-Lacko, S., Bezborodovs, N., ... & Thornicroft, G. (2019). "What is the impact of mental health-related stigma on help-seeking? A systematic review of quantitative and qualitative studies." Psychological Medicine, 45(1), 11-27
Knaak, S., Mantler, E., & Szeto, A. (2017). "Mental illness-related stigma in healthcare: Barriers to access and care and evidence-based solutions." Healthcare Management Forum, 30(2), 111-116.
Rüsch, N., Angermeyer, M. C., & Corrigan, P. W. (2020). "Mental illness stigma: Concepts, consequences, and initiatives to reduce stigma." European Psychiatry, 20(8), 529-539
Translation - Indonesian
Dampak Stigma Masyarakat terhadap Perawatan Kesehatan Jiwa:
Pemahaman, Dampak, dan Strategi Untuk Mengurangi Stigma Publik
Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran ini, siswa akan dapat:
Mengartikan stigma masyarakat.
Mengenali dua contoh stigma masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Mendiskusikan dampak stigma masyarakat terhadap perawatan kesehatan mental.
Mengidentifikasi cara/strategi untuk melawan stigma masyarakat.
Menghubungkan informasi yang diterima dari kelas ini dengan peran mereka di masa depan dalam bidang kesehatan dan dalam praktik kerja.
Pengertian dari Stigma Masyarakat/Publik
Pengertian: Stigma publik mengacu pada sikap dan keyakinan negatif yang dipegang oleh masyarakat tentang individu dengan kondisi kesehatan mental.
Komponen/mekanisme utama: Stereotip, prasangka, dan diskriminasi.
Proses Terjadinya Stigma Masyarakat
Penggambaran Media: Seringkali menggambarkan individu dengan masalah kesehatan jiwa sebagai orang yang berbahaya atau tidak kompeten.
Kesalahpahaman Publik: Keyakinan bahwa kondisi kesehatan mental sebagai tanda kelemahan.
Praktik Diskriminasi: Contohnya adalah pengucilan dari kesempatan kerja dan kegiatan sosial.
Dampak Terhadap Individu yang Mencari Pengobatan
Pengobatan yang tertunda: Ketakutan akan dihakimi atau dicap dapat menghalangi individu untuk mencari bantuan tepat pada waktunya.
Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan: Kekhawatiran tentang stigma publik menyebabkan keengganan untuk menjalani pengobatan yang diresepkan/dianjurkan oleh dokter.
Isolasi dan pengucilan: Individu mungkin merasa terisolasi dari masyarakat, sehingga memperburuk masalah kesehatan jiwa.
Memburuknya kondisi kesehatan jiwa: Kondisi kejiwaan yang tidak diobati atau tidak ditangani secara memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah, sering kali terkait dengan gangguan penggunaan narkoba.
Cara Menanggulangi Stigma Publik Antara Lain:
Kampanye Pendidikan:
Program Kesadaran: Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kondisi kesehatan mental dan dampaknya.
Kisah-kisah pribadi: Berbagi pengalaman tentang kondisi kesehatan mental untuk memanusiakan/menormalkan kondisi tersebut.
Keterlibatan Media:
Pelaporan yang akurat: Mendorong media untuk menggambarkan masalah kesehatan mental secara akurat dan sensitif.
Peran positif para sosok survivor: Menyoroti kisah-kisah individu yang berhasil mengatasi kondisi kesehatan mental mereka.
Kebijakan dan Advokasi:
Legislasi: Menerapkan undang-undang yang melindungi individu dengan kondisi kesehatan mental dari diskriminasi.
Forum advokasi: Mendukung organisasi atau kelompok advokasi yang mempromosikan kesadaran kesehatan mental dan pengurangan stigma.
Komunitas pendukung:
Group pendukung: Menciptakan ruang yang aman bagi individu untuk berbagi pengalaman mereka tanpa takut dihakimi.
Acara-acara publik: Selenggarakan acara yang mempromosikan kesadaran kesehatan mental dan dukungan masyarakat.
Ringkasan/Kesimpulan:
Stigma masyarakat secara signifikan berdampak pada perawatan kesehatan mental dengan merupakan hambatan untuk mencari bantuan dan menjalani pengobatan.
Mengatasi stigma masyarakat membutuhkan pendekatan yang beragam, termasuk pendidikan, keterlibatan media, perubahan kebijakan, dan dukungan masyarakat.
Ajakan untuk bertindak:
Ajak semua orang untuk merubah sikap dan keyakinan mereka tentang kesehatan mental.
Menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif untuk individu dengan kondisi kesehatan mental.
Kegiatan Pembelajaran/ Penilaian dan Refleksi/Perenungan
Kegiatan Kelompok:
Bagilah kelas menjadi kelompok-kelompok kecil (masing-masing terdiri dari 2-3 siswa).
Setiap kelompok mengidentifikasi dua contoh stigma masyarakat yang mereka temui atau pelajari.
Setiap kelompok mendiskusikan dampak potensial dari contoh-contoh tersebut terhadap kesediaan individu untuk mencari pengobatan dan mengusulkan satu strategi untuk mengurangi stigma masyarakat.
Setiap kelompok memberikan satu poin penting dari diskusi mereka kepada kelas.
Penilaian dan Refleksi
Refleksi dilakukan dengan tiap kelompok.
Siswa secara kolektif mendiskusikan poin-poin utama dari kegiatan kelompok.
Sesi Tanya Jawab
Ajukan pertanyaan atau bagikan pemikiran Anda
Referensi
Clement, S., Schauman, O., Graham, T., Maggioni, F., Evans-Lacko, S., Bezborodovs, N., ... & Thornicroft, G. (2019). "What is the impact of mental health-related stigma on help-seeking? A systematic review of quantitative and qualitative studies." Psychological Medicine, 45(1), 11-27
Knaak, S., Mantler, E., & Szeto, A. (2017). "Mental illness-related stigma in healthcare: Barriers to access and care and evidence-based solutions." Healthcare Management Forum, 30(2), 111-116.
Rüsch, N., Angermeyer, M. C., & Corrigan, P. W. (2020). "Mental illness stigma: Concepts, consequences, and initiatives to reduce stigma." European Psychiatry, 20(8), 529-539
More
Less
Translation education
Bachelor's degree - The University of Arizona
Experience
Years of experience: 13. Registered at ProZ.com: Oct 2024.
Lokalise, Microsoft Excel, Microsoft Word, Powerpoint
CV/Resume
CV available upon request
Bio
Hello, my name is Lestari.
I am an English to Indonesian Translator specializing in healthcare, medical, science, and other specialized areas.
I am a native Indonesian living in the U.S. for over a decade. I am fluent in Indonesian (Bahasa Indonesia) and English. I am available as an English to Indonesian Translator/ Editor/AI Trainer.
I received a Bachelor's degree in Science in nursing with an emphasis in integrative
health from The University of Arizona.
I am currently pursuing a doctorate in nursing at Johns Hopkins University.
I am an AI-registered nurse researcher at Myelin Healthcare.
I am also a volunteer member at Earth Hero as an English-Indonesian translator for its app.
Saya seorang penerjemah/penyunting bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang spesialisasi di bidang kesehatan, medikal, ilmu pengetahuan, dan bidang-bidang spesialisasi lainnya.
Saya adalah orang Indonesia asli yang tinggal di Amerika Serikat selama lebih dari satu dasawarsa.
Saya fasih berbahasa Indonesia dan Inggris. Saya melayani penerjemahan/penyuntingan/pengajaran AI dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
Saya menerima gelar sarjana S1 di bidang keperawatan dengan penekanan pada kesehatan holistik dari Universitas Arizona. Saat ini saya sedang menyelesaikan program doktoral di bidang keperawatan di Universitas Johns Hopkins.
Saya adalah seorang perawat peneliti AI di Myelin Healthcare.
Saya juga adalah sukarelawan di Earth Hero sebagai penejemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia untuk aplikasinya.
Keywords: Bahasa Indonesia, native Indonesian, English to indonesian