The "finals round" is now underway in this pair. Viewers are invited to vote for their favorite translations at this time. The winner(s) in this pair will then be announced. The finals round will end Dec 1, 2026 02:00 GMT. Submission period: Entries are submitted Qualification round: Peers rate entries to determine finalists Finals: Winners are selected by peers Source text in English The Pima Indians of Arizona say that the father of all men and animals was the butterfly, Cherwit Make (earth-maker), who fluttered down from the clouds to the Blue Cliffs[…] and from his own sweat made men. As the people multiplied, they grew selfish and quarrelsome, so Cherwit Make was disgusted with his handiwork and resolved to drown them all.[…]
There was one Hauk, a devil of the mountains, who stole their daughters and slew their sons. […] He silently followed him into the Superstition Mountains; he drugged the cactus wine that his daughter was to serve to him; then, when he had drunk it, Suha emerged from his place of hiding and beat out the brains of the stupefied fiend. […]
So firmly do the Pimas rely on this prophecy that they will not cross the Superstition Mountains, for there sits Cherwit Make — awaiting the culmination of their wickedness to let loose on the earth a mighty sea that lies dammed behind the range. | There were 5 entries submitted in this pair during the submission phase.Entries may now be compared and ranked by peers to determine the winner(s).
Contestants may not include their own entries among those they designate as the top three in this pair.
You must be logged in to rate and vote in ProZ.com translation contests. For certain forms of participation, membership may be required.
Login now » | Suku Indian Pima di Arizona menyebut bahwa semua manusia dan hewan bermula dari satu pendahulu, yakni sang kupu-kupu, Cherwit Make, yang berarti 'pembangun bumi'. Dengan kepak sayap kecilnya, Cherwit Make turun dari awan ke Tebing Biru[…] dan menciptakan manusia dari keringatnya. Seiring perkembangbiakannya, manusia menjadi kian egois dan gemar bertengkar. Cherwit Make pun jijik dengan ciptaannya sendiri dan bertekad menenggelamkan mereka semua.[…] Sesosok penunggu gunung yang dijuluki Hauk menculik anak-anak perempuan dan menghabisi anak-anak laki-laki mereka. […] Diam-diam dia membuntuinya ke Gunung Takhayul. Dia lalu mencampurkan racun ke dalam tuak kaktus yang hendak disuguhkan anak perempuannya kepadanya. Setelah Hauk meminum tuak itu, Suha keluar dari persembunyiannya dan menggebuki kepala dedemit yang sedang teler itu sampai lumat. […] Orang Pima begitu meyakini ramalan ini sehingga tak mau melintasi Gunung Takhayul, karena Cherwit Make berdiam di sana, menunggu kebejatan umat manusia mencapai puncaknya sebelum ia membanjiri bumi dengan air dari lautan besar yang terbendung di balik pegunungan itu.  | Entry #39785 — Variant: Not specifiednone
- 1 user entered 2 "dislike" tags
dia membuntuinya | Other Ambiguous. Who is who is unclear of these words. | No comments | |
membuntuinya | Spelling 'membuntutinya' is the correct spelling. | No comments | |
| Suku Pima, bangsa Indian dari Arizona, percaya bahwa leluhur manusia dan hewan adalah Cherwit Make, sang kupu-kupu pencipta jagad raya, yang melayang turun dari awan menuju Tebing Biru. Ia menciptakan manusia dari tetes keringatnya sendiri. Manusia lalu beranak-pinak. Makin banyak, makin tamak, makin galak. Lantas Cherwit Make muak dengan ciptaannya sendiri dan ingin menenggelamkan mereka semua. Di pegunungan dekat tempat mereka tinggal, hiduplah Hauk, sang iblis gunung yang menculik anak perempuan dan menghabisi anak laki-laki manusia. Diam-diam, Suha mengikuti Hauk ke Pegunungan Keramat. Suha lalu mencampurkan obat tidur ke dalam minuman anggur dari kaktus yang akan dihidangkan anak perempuan Suha kepada Hauk. Setelah Hauk meminumnya, ia mabuk dan tertidur. Lantas Suha keluar dari tempat persembunyiannya dan menghajar kepala iblis tersebut. Orang-orang Pima menganggap Pegunungan Keramat sebagai tempat terlarang. Mereka percaya, di sanalah Cherwit Make bersemayam. Sang dewa menunggu semua keburukan sifat manusia terus menumpuk hingga memuncak, lalu ia akan mendatangkan air bah yang terbendung di balik gugusan pegunungan tersebut.  | Entry #39629 — Variant: Standard-Indonesiastdind
- 1 user entered 1 "like" tag
Manusia lalu beranak-pinak. Makin banyak, makin tamak, makin galak. | Flows well Indeed, it is more of transcreation than of translation. However, the words chosen are precise and rhymed well. | No comments | |
- 2 users entered 3 "dislike" tags
pencipta jagad raya | Mistranslations “Pencipta jagad raya” expands earth-maker into creator of the universe | No comments | |
Di pegunungan dekat tempat mereka tinggal | Other Addition. This translation has no equivalent source text. It is made up by the translator to make a well reading context for the passage. | No comments | |
Orang-orang Pima menganggap Pegunungan Keramat sebagai tempat terlarang | Other Addition. Nowhere in the source text is found this passage. | No comments | |
| Suku Pima Indian di Arizona meyakini bahwa bapak dari semua manusia dan hewan adalah kupu-kupu, bernama Cherwit Make (sang pencipta bumi), yang terbang turun dari awan menuju Tebing Biru [...] dan dari keringatnya sendiri ia menciptakan manusia. Seiring jumlah manusia bertambah banyak, mereka menjadi egois dan suka bertengkar, sehingga Cherwit Make muak dengan hasil ciptaannya sendiri dan bertekad untuk menenggelamkan mereka semua. [...] Ada satu sosok bernama Hauk, iblis dari pegunungan, yang mencuri anak-anak perempuan mereka dan membunuh anak-anak laki-laki mereka. [...] Suha kemudian diam-diam membuntuti Hauk hingga ke Pegunungan Superstition; Suha mencampuri ramuan ke dalam anggur kaktus yang akan disajikan oleh putrinya kepada Hauk; lalu setelah Hauk meminumnya, Suha keluar dari tempat persembunyiannya dan menghancurkan otak iblis yang sudah linglung itu. [...] Begitu teguhnya kepercayaan Suku Pima pada ramalan ini, sampai-sampai mereka tidak mau melintasi Pegunungan Superstition, karena di sana bersemayam Cherwit Make — yang tengah menanti puncak kejahatan mereka untuk melepaskan lautan besar yang terbendung di balik pegunungan itu ke muka bumi.  | Entry #38986 — Variant: Standard-Indonesiastdind
- 1 user entered 1 "dislike" tag
mencampuri | Syntax 'mencampurkan' is more accurate, not 'mencampuri'. | No comments | |
| Menurut orang Indian Pima di Arizona, bapa segala manusia dan hewan adalah seekor kupu-kupu bernama Cherwit Make (Sang Pembuat Bumi). Ia melayang turun dari awan ke Tebing Biru […], lalu menciptakan manusia dari keringatnya sendiri. Namun, setelah manusia beranak-pinak, mereka menjadi serakah dan gemar bertengkar. Cherwit Make pun muak terhadap hasil ciptaannya dan bertekad menenggelamkan mereka semua. […] Adalah Hauk, iblis penghuni pegunungan, yang menculik anak-anak perempuan mereka dan membunuh anak-anak lelaki mereka. […] Diam-diam Suha membuntuti Hauk ke Pegunungan Superstition. Ia membubuhkan obat bius ke dalam tuak kaktus yang akan disuguhkan putrinya kepada iblis itu. Lalu, setelah Hauk meminumnya, Suha keluar dari persembunyiannya dan meremukkan kepala makhluk jahat yang sudah tak berdaya itu. […] Begitu teguhnya orang Pima memercayai ramalan ini, sehingga mereka tidak mau menyeberangi Pegunungan Superstition. Sebab di sanalah Cherwit Make bersemayam, menanti kejahatan mereka mencapai puncaknya untuk menumpahkan ke atas bumi lautan dahsyat yang terbendung di balik barisan pegunungan itu.  | Entry #39625 — Variant: Not specifiednone
- 1 user entered 1 "dislike" tag
bapa | Other 'Bapa' is a catholic-related term, not suitable to the context. This is Indian people. | No comments | |
| Orang-orang Indian Pima dari Arizona mengatakan bahwa leluhur semua manusia dan hewan adalah kupu-kupu, Cherwit Make (pencipta bumi), yang terbang rendah dari gugusan awan ke Tebing Biru[…] dan dari keringatnya sendiri terciptalah manusia. Ketika orang-orang bertambah banyak, mereka menjadi egois dan suka bertengkar, sehingga Cherwit Make merasa jijik dengan pekerjaan tangannya serta memutuskan untuk menenggelamkan mereka semua.[…] Dahulu ada Hauk, sang iblis pegunungan, yang menculik anak perempuan mereka dan membantai anak lelaki mereka. […] Diam-diam ia mengikutinya ke Pegunungan Takhayul; ia terbius oleh anggur kaktus yang disajikan oleh anak perempuannya, ketika mabuk olehnya, Suha keluar dari tempat persembunyiannya dan menghancurkan otak iblis yang terbius itu. […] Jadi, orang-orang Pima memegang teguh nubuatan bahwa mereka tidak akan melewati Pegunungan Takhayul, karena di sana duduklah Cherwit Make — menantikan puncak kejahatan mereka dilepaskan ke bumi, lautan luas yang terbendung di balik pegunungan.  | Entry #39574 — Variant: Standard-Indonesiastdind
- 2 users entered 4 "dislike" tags
ia mengikutinya | Other ambiguous pronounce reference. "Ia" mengikuti'nya'. Who is who is unclear. | No comments | |
ia terbius oleh anggur | Omission “Ia terbius oleh anggur” omits Suha actively drugging the wine and makes the actor ambiguous. | No comments | |
nubuatan | Spelling 'Nubuat' is the correct word/spelling, not 'nubuatan'. | No comments | |
puncak kejahatan mereka dilepaskan ke bumi, lautan luas yang terbendung di balik pegunungan | Mistranslations | No comments | |
| | | | | X Sign in to your ProZ.com account... | | | | | | ProZ.com translation contestsProZ.com translation contests offer a fun way to take a break from your normal routine while testing and honing your skills with fellow translators.
ProZ.com Translation Contests. Patent pending. |